Posted in Analisa, Health, Psikologi

Psikolog = Psikiater ?

Source: http://www.degreefinders.com/
Source: http://www.degreefinders.com

 

“Kuliah ambil jurusan apa?”

“Psikologi,”

“Oh, jadi psikiater ya nanti?”

Banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa yang belajar di jurusan psikologi nantinya akan menjadi psikiater. Tapi sebenarnya, bener nggak sih?

Memang secara kasat mata kelihatannya sama, karena sama-sama menangani orang yang sakit jiwa (kebanyakan orang menganggapnya begitu). Tapi sebenarnya berbeda lho! Apa saja perbedaannya, yuk kita lihat dari beberapa aspek berikut ini:

Definisi

  • Psikologi: ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan

Dengan begitu bisa kita lihat bahwa dalam dunia psikologi mempelajari semua yang terjadi pada suatu individu itu sendiri maupun individu dengan individu lainnya.

  • Psikiater: suatu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menangani gangguan mental, yang meliputi gangguan afektif, perilaku, kognitif dan perseptual (Wikipedia).

Dapat dilihat bahwa psikiater mempelajari gangguan-gangguan yang terjadi pada manusia dan melihatnya dari perspektif klinis.

Pendidikan

  • Psikolog: Lulusan S1 Psikologi (S.Psi.) yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister Profesi Psikologi atau setara S2 untuk mendapatkan gelar Magister Psikologi (M.Psi.).

Sedangkan lulusan S1 Psikologi yang melanjutkan S2 non profesi psikologi, seperti Magister Sains (M. Si untuk gelar yang didapat dari dalam negeri atau M. Sc untuk gelar yang didapat di luar negeri) tetap dianggap sebagai ilmuan namun tidak dapat membuka praktik. Selain itu lulusan S1 Psikologi juga dapat melanjutkan S2 di bidang ilmu terapan khusus dengan gelar M. Psi T.

  • Psikiater: Dokter yang melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialisasi psikiatri (kedokteran jiwa) dan mendapatkan gelar Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ).

Jadi, selain dokter yang mengambil spesialisasi tidak dapat menjadi seorang psikiater. Kenapa demikian? Baca terus.

Kewenangan

  • Psikolog: Menangani masalah secara umum, yaitu masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang masih dapat ditangani dengan konseling atau terapi ringan, misalnya dengan terapi modifikasi perilaku atau juga cognitive behavior therapy (CBT).

Selain menangani masalah secara umum, psikolog juga dapat memberikan ‘pencerahan’ sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. Jadi, orang yang datang menemui psikolog adalah orang-orang dari yang tidak memiliki masalah hingga yang memiliki masalah baik ringan maupun berat.

  • Psikiater: Menangani masalah-masalah psikologis yang lebih berat, seperti depresi, gangguan mood, insomnia berat, schizophrenia (yang ditandai dengan munculnya halusinasi dan delusi), dan berbagai masalah psikologis lain yang membutuhkan penanganan lebih dari sekedar konseling, dan dapat menggunakan obat-obatan dalam proses terapinya.

Pada dasarnya psikiater dapat menangani permasalahan psikologis yang sangat berat karena dapat mengintervensi dengan pemberian obat-obatan.

Mitra Kerja

  • Psikolog: orang yang datang ke psikolog disebut ‘klien’. Tapi belum tentu semua orang yang datang ke psikolog orang-orang yang memiliki masalah psikologis, karena bisa saja mereka datang karena ingin melakukan pemeriksaan psikologis (psikotes) untuk kepentingan tertentu (penentuan jurusan studi siswa).
  • Psikiater: orang yang berobat ke psikiater adalah ‘pasien’, sama halnya dengan orang yang datang menemui dokter untuk berobat.

Lantas kalau kalian memiliki keluhan, lebih baik datang ke psikolog atau psikiater?

Tidak usah bingung datang kemana, lihat saja keluhan yang kalian rasakan lebih dominan ke apa, apakah fisik atau psikis. Walaupun fisik dan mental dapat saling mempengaruhi tetap kenali diri sendiri. Jika kalian memang tidak tahu penyebabnya, kalian bisa menemui salah satu dari psikolog atau psikiater.

Penanganan yang dilakukan oleh psikolog dan psikiater berbeda lho. Misalnya kalian memiliki keluhan sakit kepala ketika sedang bekerja. Jika kalian datang ke psikiater, maka kalian akan diberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit kepala. Jika kalian datang ke psikolog, maka akan dicari penyebab sakit kepala tersebut apakah memang karena fisik (seperti aliran darah tidak lancar, dll) atau karena faktor psikis, maka psikolog akan memberikan intervensi dengan konseling dan mungkin terapi.

Namun jika kalian terlanjur datang ke piskolog dan ternyata karena gangguan fisik, jangan khawatir karena kalian akan langsung dirujuk untuk menemui psikiater. Kalau sebaliknya, ketika kalian datang ke psikiater dan ternyata penyebabnya adalah psikis, kalian juga bisa dirujuk menemui psikolog. Intinya psikolog dan psikiater bermitra kerja kok.

Dari beberapa aspek di atas sudah jelas kan bahwa psikolog tidak sama dengan psikiater. Semoga pennjelasan ini dapat memberi pencerahan bagi kalian yang masih bingung maupun yang masih menganggapnya sama.

Happy Healthy~

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s