Posted in Analisa

Anak Tidak Mau Mandi, Apa yang Harus Dilakukan?

YumnaaKASUS:

Keponakanku, Yumnaa, sekarang usianya 1 tahun 8 bulan. Di rumahku ada 2 buah kamar mandi di lantai 1. 1 di sebelah ruang TV (KM A), 1 lagi ada di dalam kamar (KM B). Setiap diajak mandi, Yumnaa selalu menghindar dan menolak dengan merengek. Dengan terpaksa kalau bukan Mama ya Uminya Yumnaa harus menggendongnya dan memaksanya mandi di KM A walau dia menangis selama proses mandi. Pikirnya mungkin karena sudah terbiasa memandikan Yumnaa sejak bayi di KM A, mungkin dia bisa merasa nyaman. Tetapi ternyata tidak. Pernah kami mengajaknya mandi di KM B juga tidak mau. Terus bagaimana caranya agar Yumnaa mau mandi dengan sukarela tanpa harus dipaksa?

ANALISA:

Dari kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa Yumnaa mengalami ketidakmauan untuk mandi (resist taking a bath). Hal ini biasa terjadi pada anak kecil atau usia toddler. Namun tidak menutup kemungkinan hingga usia dewasa pun sering terjadi.

Penyebab anak tidak ingin mandi bermacam-macam. Diantaranya:

  1. Anak memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga merasa takut untuk kembali melakukan kegiatan mandi. Pengalaman tersebut bisa sepeti pernah menelan air, mata terkena sabun atau air, hidung kemasukan air, merasa kesakitan saat terkena air atau sabun karena iritasi menggunakan popok, pernah merasa kedinginan saat mandi maupun setelah mandi, pernah terpleset di lantai kamar mandi yang licin, dan sebagainya.
  2. Anak merasa tidak nyaman. Entah tidak nyaman dengan orang dewasa yang menemaninya mandi atau dengan suasana di kamar mandi.
  3. Dan yang ketiga adalah standar kebersihan yang berbeda. Untuk anak yang lebih besar mungkin akan merasa tidak perlu mandi apabila tidak berkeringat atau merasa badannya kotor.

Jika kebiasaan tidak mandi ini dibiarkan, akan berdampak pada anak. Yaitu badan menjadi bau, terkena penyakit seperti iritasi, gatal, cacar, cacingan, diare, dan sebagainya, tidur menjadi tidak nyenyak.

Untuk mengatasinya, banyak cara yang bisa dilakukan tergantung dari penyebab anak tidak mau mandi. Berikut yang bisa dilakukan:

  1. Ketika anak takut air karena pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, maka orang tua harus tahu pegalaman apa yang membuat anak takut. Misalnya Yumnaa sepertinya takut akan suasana dalam kamar mandi, maka orang tua membuat suasana kamar mandi menjadi lebih ceria. Bisa dengan menambahkan ornamen pada kamar mandi seperti wall sticker atau mainan anti air seperti boneka karet, wadah, atau bola-bola sehingga anak akan sibuk dengan mainannya. Orang tua juga dapat mengajaknya berbicara atau menceritakan hal-hal yang menyenangkan seperti betapa asiknya membuat gelembung sabun atau apa bedanya kotor dan bersih. Selain membuat anak senang, akan terjalin komunikasi antara orang tua dengan anak yang akan membuat ikatan lebih erat. Dengan begitu anak akan merasa lebih aman dan nyaman saat ditemani. Dan tentu hindari memaksa anak mandi.
  2. Apabila anak pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan dengan air, seperti kemasukan air pada mata atau hidung, maka orang tua dapat melakukan kegiatan mandi dengan cara bertahap. Awalnya menggunakan waslap, selanjutnya dengan air di baskom, kemudian baru dibak mandi dengan permainan wadah air. Tentu orang tua juga harus berhati-hati dalam memandikan anak. Jangan sampai terulang kejadian kemasukan air pada mata atau hidung. Sehingga ketakutan anak terhadap air tidak akan muncul lagi.
  3. Ketika anak keasikan melakukan hal yang disenangi (misalnya menonton TV atau bermain), maka orang tua harus membuat kesepakatan dengan anak. Sehingga anak tidak bisa mengelak ketika waktunya mandi.
  4. Ajak mandi bersama bisa menjadi solusi yang baik. Karena selain dapat menikmati waktu bersama buah hati, orang tua juga bisa mengajarkan cara mandi yang menyenangkannya. Bagaimana cara menggunakan sabun dan sampo tanpa mengenai mata. Dengan begitu anak akan merasa lebih bertangguna jawab atas dirinya dan akan senang karena mendapatkan keterampilan baru.
  5. Solusi terakhir yang bisa ditawarkan adalah pemberian negative consequent, yaitu dengan memberi negative reinforcement atau punishment. Negative reinforcement adalah dengan mengambil sesuatu yang disukai anak. Misalnya anak suka bermain video games. Dan ketika anak tidak mau mandi, maka waktu untuk bermainnya dikurangi atau alat permainannya disita. Sedangkan punishment adalah pemberian sesuatu yang tidak menyenangkan kepada anak. Misalnya anak tidak suka makan wortel. Ketika anak tidak mau mandi, maka dia harus makan wortel. Solusi terakhir ini dapat dilakukan jika perlu.

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s