Posted in Story of Me, Traveling

Backpacker (Nista) Malang – Surabaya – Jogja (Part 1)

DSC_0100

Kuliah semester ganjil telah selesai. Rasanya sumpek banget setelah berjibaku dengan tumpukan tugas-tugas yang hingga ujian akhir semester juga masih ada deadline. Akhirnya sambil mengerjakan tugas Psikometri, aku iseng nyeletuk.

“Ke Jogja yuuk!” kataku entah ke siapapun yang mendengar diantara gerombolan teman-temanku.

“Hah? Ayookk!”

“Ayooo, kita backpackeran!”

Langsung respon yang di luar dugaan muncul. Mereka sahut-sahutan merencanakan. Sepertinya liburan sudah menjadi keinginan terpendam mereka. Akhirnya aku iseng mengajak yang lain, dan mereka setuju. Malah mereka ikut mengajak yang lain.

Wah, kata-kata mujarab. Sebenarnya keinginan untuk ke Jogja apalagi backpacker sejujurnya nggak terlalu aku harapkan. Bukan karena apa, tapi biasanya kalau sudah merencanakan dan pengen banget malah nggak terwujud. Mungkin karena nggak begitu pengen kali ya makanya akhirnya terwujud juga.😀

Setelah berembugh siapa yang ikut, akhirnya kami ber-tujuh sepakat dan deal berangkat. Aku, Neni, Okti, Mukti, Heni, Ari, dan Bagus. Sebenarnya ada teman kita satu lagi yang pengen ikut, Maria, tapi nggak mendapat restu dari ayahnya jadi terpaksa kami harus meninggalkannya.😦

Setelah kami mencari informasi lewat internet dan bertanya-tanya ke temen yang berpengalaman, akhirnya kami memutuskan untuk mencari jalur yang memakan budget PALING MINIM. Secara kami mahasiswa gitu lho, dan judul dari perjalanan ini adalah backpacker, jadi harus seminimal mungkin biaya yang dikeluarkan.

OKE, dimulai hari ke – 1:

15 Januari 2013 / Selasa

Kami berkumpul di stasiun Kota Baru Malang untuk mengambil jalur muter yaitu ke Surabaya. Memang sedikit melelahkan karena harus melakukan perjalanan ‘lebih’, tapi no problemo lah selama kami rame-rame. Apalagi nginepnya gratis tis tis… Ini optional ya, lebih baik kalau punya kolega atau teman biar bisa gratis. Hehe. Tapi kalau nggak, ya silahkan cari info lebih lanjut.

Kami naik kereta Penataran tujuan Surabaya dengan keberangkatan pukul 19.50 WIB. Cukup dengan merogoh kocek Rp 4.000 dan perjalanannya sekitar 2,5-3 jam. Tepat pukul 19.40 WIB kami sudah standby di stasiun. Cara kami ke stasiun? Ada yang bawa motor sendiri, terus di-inepin di stasiun. Ini perlu merogoh kocek lebih karena ada biaya per malamnya (aku nggak tahu sih). Ada yang dianter sama keluarga, ada juga yang nebeng atau naik angkot. Angkot yang lewat stasiun? Wah banyak banget, hampir semua angkot lewat. Tinggal tanya aja sama sopirnya lewat stasiun baru nggak.

Yah kami berenam duduk manis menunggu kereta datang sambil membicarakan tentang PKN (magang, Red). Nggak ada yang salah kok kalau kami berenam, itu pun dengan 1 teman kami, Dina, yang mau pulang kampung ke Surabaya. Karena memang 2 teman kami, Okti, dia pulang duluan ke Surabaya untuk mempersiapkan kedatangan kami yang akan menginap di rumahnya, dan satu lagi Heni, yang akan menyusul ke Surabaya karena dia pulang dulu ke rumahnya di luar Malang (lupa aku tepatnya, :P).

Seperti biasa, keretanya delay. Tapi untung nggak lama, jadi tepat pukul 20.10 WIB kami bisa meninggalkan Kota Malang tercinta. Bismillah.

Perjalanan menuju Surabaya membuat kami semakin akrab, yang hanya sekedar teman sekelas sampai yang baru kenal. Karena banyak sekali cerita yang terkuak setajam KAPAK! Tapi nggak mungkin aku ceritain di sini juga kan.😀

Kami tiba di Stasiun Waru sekitar pukul 22.00 WIB, sedangkan Dina melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Gubeng. Kami sudah ditunggu oleh Okti dan Heni menggunakan motor (sayangnya cuma 1). Kami menuju rumah Okti dengan berjalan keluar stasiun dan menyeberangi rel untuk naik angkot. Untung jam segitu masih ada angkot, kalau nggak kami udah tekor duluan kalau naik taksi. Dan lebih untungnya aku nggak perlu naik angkot, karena cenglu alias boncengan tiga sama Okti dan Heni. Kasian banget motornya, harus menanggung berat kami *ketawa evil*.

Begitu masuk ke kamar Okti, kami langsung istirahat sebelum memulai perjalanan panjang kami menuju Jogja keesokan harinya.

TOTAL PENGELUARAN DAY 1:

Penataran 4.000

Angkot 3.000 (optional)

Penginapan GRATIS (optional)

TOTAL 7.000

Hari ke-2 :

16 Januari 2013 / Rabu

Pagi-pagi setelah adzan Subuh, kami bangun dan bersiap-siap untuk menuju Stasiun Gubeng. Karena berhubung Kereta Pasundan lewatnya situ jadi kami menempuh perjalanan dari rumah Okti dengan menggunakan taxi yang cepat dan mahal sih. Kami menggunakan dua taxi karena kami bertujuh (4 dan 3 orang/taxi). Begitu sampai stasiun, kami membayar taxi dengan jumlah total argo Rp 47.000/taxi. Untung nggak ketinggalan kereta, pas banget! Memang kami berangkatnya mepet sih. Di pintu masuk kami menyodorkan tiket dan KTP untuk diperiksa oleh petugas. Setelah itu kami berlari tergopoh-gopoh menuju kereta.

Kami berlima (para wanita) naik Kereta Pasundan pukul 06.00 WIB, sedangkan para lelaki mendapat tiket yang jam setengah sepuluh, jadi mereka berdua ‘ngentang’ dulu di stasiun sambil entahlah apa saja yang mereka lakukan sambil menunggu 3,5 jam. Tiket kereta api Pasundan tujuan Surabaya-Jogja memakan biaya Rp 38.000/orang.

Tempat duduk kami sebenarnya terpencar-pencar, walau nggak terlalu jauh. Tapi karena banyak tempat duduk yang kosong, kami memutuskan untuk duduk bersama dan berharap yang punya tempat duduk nggak ada atau kalaupun ada dia di tempat duduk yang lain. Kami pun mengobrol sepanjang perjalanan. Sayangnya kami lupa nggak bawa alat permainan seperti UNO, monopoli, atau semacamnya. Padahal perjalanan ini memakan waktu selama 7 jam. Jadi di sela perjalanan nggak jarang kami mengangguk-angguk karena kantuk yang menyerang.

Karena lapar dan banyak penjual makanan yang berseliweran, kami pun memutuskan untuk membeli Pop Mie seharga Rp 6.000 (sudah sekalian air panasnya). Beberapa dari kami membeli nasi pecel saat mampir di Madiun, seharga Rp 3000. Perlu diwaspadai bagi kamu-kamu yang naik kereta ekonomi, barang-barang berharga tolong dijaga, apalagi jika duduk sendirian tanpa kenalan. Karena kejahatan bisa mengintai kapanpun dimanapun. Waspadalah, WASPADALAH!

Aku pribadi berterimakasih terhadap pelayanan yang ada di kereta ekonomi, karena setiap ada penumpang yang merokok selalu ditegur oleh petugas. Selain itu setiap beberapa jam ada petugas bagian kebersihan yang menyapu. Yah walaupun ada beberapa kali ada situasi yang mencekam, seperti adu argumen antara petugas dan pedagang. Sepertinya pedagang nggak boleh lama-lama ada di dalam kereta.

Kami tiba di Stasiun Lempuyangan sekitar pukul 13.30 WIB. Waaahhh, HALO JOGJA, SELAMAT JALAN PASUNDAN~

Gerbong Penataran yang mengantarku
Gerbong Pasundan yang mengantarku, selamat meneruskan perjalanan *wave*
Welcome to Jogja
Welcome to Jogja

Kesan pertama setelah turun dari kereta adalah PANAS. Untuk aku pribadi sih yang biasa tinggal di Malang ya butuh waktu untuk adaptasi dengan perbedaan suhu ini. Tapi nggak masalah, karena nggak sepanas Surabaya, dan yang terpenting adalah hati senang. Kami istirahat sejenak di musholla stasiun untuk sholat Dhuhur, karena perjalanan kami masih panjang. Kami mendapat kabar bahwa kereta Pasundan yang ditumpangi para lelaki mengalami delay dan baru berangkat jam setengan satu. Lho kenapa? Eh eh ternyata, di Gubeng ada tawuran antar suporter sepak bola (kalau kalian up-to-date pasti tahu lah :P).

Selanjutnya, kami berjalan dari Stasiun Lempuyangan menuju daerah Malioboro untuk mencari penginapan. Setelah bertanya kepada petugas yang ada di musholla stasiun, kami melangkahkan kaki di bawah sinar terik matahari. Gila? Yah sedikit. Kenapa? Bukan, bukan karena jalan kaki stasiun-Malioboro. Nggak jauh kok, cukup berjalan sekitar 10-15 menit sudah sampai. Gila karena kami merasa excited! Ini pengalaman pertama (sebagian besar dari) kami untuk menelusuri jalanan kota yang asing bagi kami.

Peta Lempuyangan-Malioboro
Peta Lempuyangan-Malioboro. Kalau kurang jelas buka google maps aja.
Narsis dulu
Narsis dulu

Menyenangkan karena kami bersama-sama, jadi tidak ada kesan menakutkan untuk menjelajahi kota sebesar Jogja. Intinya jangan kelihatan seperti orang kebingungan mencari jalan, tapi juga jangan sok tahu juga. Tau-tau ntar nyasar lagi. Bertanya boleh saja, asal waktu jalan jangan kelihatan ekspresi linglung. Karena ini bisa dimanfaatkan oleh oknu-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tapi insyaallah orang Jogja baik-baik kok.

Sampai di kawasan Malioboro, kami menuju ke Pusat Informasi untuk meminta peta. Gratis kok, dan pegawainya ramah-ramah. Setelah itu kami menuju sebuah penginapan di salah satu jalan belok di Malioboro (lupa jalan apa dan penginapan apa) yang terkenal murah. Tapi sayang sudah full booked. Jadi kami menuju jalan berikutnya, di Jl Sosrokusuman no 16 terdapat sebuah hotel bernama WHW Hotel. Hotel ini semacam kos-kosan, jadi feel like home lah ya. Berikut tarifnya:

160120131315
MURRRAAHHH MERIAHHHHH

Kami berlima memutuskan untuk mengambil 3 kamar dengan double bed (single bednya 2 biji), jadi 2 kamar untuk para wanita dan 1 kamar untuk lelaki. Kamar mandi terpaksa harus kamar mandi luar. Bersih kok tapi, ada banyak juga (sekitar 6 lebih). Karena nggak terlalu ramai, ya nggak antri-antri banget. Tapi kalau kurang nyaman dengan kamar mandi campur (laki boleh perempuan ayok), mending ambil yang kamar mandi dalem aja.

IMG-20130117-00568
2 single bed, 1 cermin full body
IMG-20130117-00569
1 meja, 1 tempat handuk

Setelah menemukan kamar masing-masing, kami memutuskan untuk beristirahat. Yah, walau kamarku nggak ada stop contact alias cop-cop-an (dan terpaksa harus ke kamar 1-nya buat nge-charge hp), yang penting istirahat dulu. Lama-kelamaan kami terlelap diiringi rintik hujan yang menenangkan.

…….to be continue……

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

2 thoughts on “Backpacker (Nista) Malang – Surabaya – Jogja (Part 1)

  1. Boleh minta email nya ga mba essinta ? Saya mau backpack ke malang . Saya blum pernah kesana . Jd saya mau minta info . Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s