Posted in Analisa, Film

Q1: Analisa Film “Citizen Duane”

Pengaruh keluarga dalam pembentukan identitas Duane Balfour.

Duane adalah sosok remaja yang memiliki ambisi untuk mengalahkan keluarga Milton di bidang ‘kekuasaan’. Ini diakibatkan oleh pengalaman keluarganya, yaitu Ceci Balfour, ayahnya yang tewas ditembak oleh polisi Ridgeburg (nama kota kecil tempat tinggal Duane) karena dianggap ‘brutal’ dan mengancam saat dia mencoba meyakinkan penduduk akan bahaya yang akan terjadi di kota Ridgeburg. Karena memori yang menyakitkan ini, Duane membentuk identitasnya sebagai orang yang mampu mewujudkan impian ayahnya, yaitu menjadi orang yang terpandang di mata penduduk Ridgeburg.

Keluarga Duane memberikan banyak dampak dalam pembentukan identitasnya. Seperti adiknya, Maurice, yang mendukung penuh apapun keputusan Duane sehingga Duane merasa dapat mengontrol dan menguasai orang lain. Di sini dia mendapatkan penguatan untuk menjadi lebih percaya diri. Selain itu ada pamannya yang selalu menceritakan pengalaman hidupnya kepada Duane. Sehingga Duane melakukan modelling, yaitu meniru perilaku pamannya. Namun karena Duane masih remaja, kemampuan bernalarnya masih belum sempurna sehingga dia menjadi ‘salah kaprah’. Bukannya melakukan hal yang diinginkan malah melakukan kesalahan dan bahkan memperburuk keadaan. Selain itu juga ada ibunya yang berpengaruh. Karena ibunya sebagai pengontrol dan evaluator perilaku Duane. Ibunya di sini bertindak netral namun terjaga. Maksudnya adalah dia membebaskan anaknya mengeksplorasi tentang dunia baru yang dihadapi, namun tetap mengontrol dan memberikan pengertian apabila apa yang dilakukan anaknya kurang atau tidak tepat di mata norma keluarga.

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa pengaruh keluarga sangatlah besar dalam pembentukan identitas seorang remaja. Oleh sebab itu, keluarga harus memperhatikan anak remajanya agar menjadi pribadi yang memiliki identitas positif.

Konsep diri Duane Balfour vs Chad Milton

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian tentang individu dan disadarinya serta mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya.

Dalam persepsi Duane, dia merupakan sosok yang mampu melakukan perubahan. Dia pribadi yang optimis dan tidak mau mengalah hingga impiannya tercapai. Duane juga remaja yang kreatif dan cerdas, karena mampu menciptakan karya-karya yang ‘wow’ (positif maupun negatif). Dan menurutnya, Chad adalah sesosok tanpa kemampuan lebih selain hanya mengandalkan garis keturunan untuk mendapatkan segalanya. Hal tersebut membuatnya sombong dengan suka mengejek.

Sedangkan dalam persepsi Chad, dia adalah orang yang pantas mendapatkan segalanya karena takdir (kekayaan keluarga Milton) dan dia bangga dengan hal tersebut. Sedangkan Duane hanyalah seorang anak yang iri akan kemampuannya tersebut.

Perbedaan persepsi tentang konsep diri masing-masing Duane dan Chad inilah yang menyebabkan hubungan antara keduanya tidak baik.

Proses asimilasi dan akomodasi Duane Balfour

Skema pertama yang ada di pikiran Duane adalah ayahnya terbunuh oleh polisi Ridgeburg, di bawah kekuasaan keluarga Milton. Hal tersebut membuat persepsi masyarakat terhadap keluarganya negatif. Dia ingin mengubah itu dengan berbagai cara. Awalnya dia ingin mengalahkan cucu dari walikota Milton menjadi ketua OSIS. Namun ternyata gagal, dan menyebabkan akomodasi tidak ekuilibrium. Duane mencari cara lain agar akomodasinya berhasil dan ekuilibrium. Tercetus keinginannya untuk mengalahkan walikota ‘abadi’ Milton, yang saat itu sedang berkampanye untuk pemilihan walikota periode berikutnya. Duane pun mencalonkan dirinya menjadi calon walikota. Namun ternyata karena banyaknya kesalahan saat kampanye, malah menyebabkan kejatuhannya.

Dari pengalaman selama waktu kampanye itu, Duane dalam keadaan terpuruk kembali mengevaluasi keinginan dan tujuan hidupnya. Dibantu dengan keluarganya dan gurunya, Duane akhirnya menyadari bahwa hidup seseorang itu tidak sesempit pikirannya. Untuk mencapai keberhasilan, tidak perlu mencari kehormatan hanya di kota kecil dengan menjadi seorang walikota. Tapi dia bisa lebih dari sekedar walikota, karena dia menyadari potensi dalam dirinya lebih dari itu. Di sini dia mengalami akomodasi dan ekuilibrium.

Locus of control Duane

Locus of Control merupakan kendali individu atas pekerjaan mereka dan kepercayaan mereka terhadap keberhasilan diri. Duane memiliki LOC internal, di mana dia yakin bahwa mereka bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi. Sehingga mereka yakin bahwa nasib itu ditentukan oleh mereka sendiri. Ini terlihat dari awal film, bahwa Duane optimis dapat memperoleh keinginannya dan dia selalu berusaha dengan segala macam cara untuk mewujudkan. Mulai dari menjahili Chad hingga mencalonkan diri menjadi walikota, berharap dapat mengubah sistem politik di kota Ridgeburg. Dia yakin, jika bukan dia yang melakukannya, maka keadaan tidak akan berubah. Hingga akhirnya dia sadar bahwa apa yang terjadi tidak hanya ditentukan oleh tindakannya, namun juga banyak faktor eksternal yang mempengaruhi.

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s