Posted in Traveling

Holiday to “Goa Cina Beach”

Liburan kali ini udah pergi ke mana aja nih, readers? Seru nggak?

Kalau aku sih, menghabiskan waktu liburanku nggak jauh dari kampus. Ceritanya ambil SP (semester pendek) nih, mengulang mata kuliah yang nilainya lumayan *ehem* bikin mata melotot. Lumayan lah daripada nganggur di rumah nggak ada kerjaan, menghabiskan waktu puasa dengan malas-malasan. Ngomong-ngomong soal puasa, siapa nih yang masih full puasanya? Jangan sampai bolong-bolong gara-gara mokel, lho! Rugi banget. Bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah. Gimana nggak, sholat sunnah aja pahalanya dihitung seperti sholat wajib. Subhanallah, Allah Maha Pemurah.

Sebelum puasa berjalan, aku kemarin tepat hari Jumat tanggal 13 Juli 2012 berangkat ke Pantai Goa Cina bersama ketiga sahabatku. Pantai Goa Cina sendiri terletak di dekat Pantai Sendang Biru, di selatan Kota Malang. Tepatnya di Dusun Trowotratih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Perjalanan dari Kota Malang ke pantai ini kurang lebih memakan waktu 2 jam. Tergantung traffic juga, nih! Karena kebetulan kemarin waktu pulang bisa 3 jam sendiri gara-gara ada pawai drumband anak sekolah dasar di tengah perjalanan. Jadinya macet banget.

Letak Pantai Goa Cina berada di 6 km ke arah barat dari Pantai Sendang Biru. Jadi kalau mau ke sini, tinggal ikuti saja petunjuk jalan yang mengarah ke pantai Sendang Biru. Hanya saja kalau mendekati pantai, jalannya sudah beda belokannya. Kalau nggak salah nanti ada kok tulisannya <- Sendang Biru | Goa Cina -> Jadi tinggal belok kanan.

Begitu belok, kita nantinya bakal disambut dengan pemandangan yang luar biasa. Bukan pantai atau laut, tapi jalannya yang subhanallah indah banget. Jadi jalan beraspal lurus panjang dengan hiasan tumbuhan berwarna pastel di kanan dan kiri jalan. Terkadang juga kita diberi pemandangan sebuah bukit yang bertabur ilalang. Indah banget pokoknya. Berasa di luar negeri. Ternyata kita punya yang lebih indah dari pohon sakura *liat langsung aja belom pernah udah bandingin*.

Kebetulan aku datengnya waktu bukan musim liburan nih, jadi jalanan sepi banget. Berasa pulau pribadi. Cocok banget yang ingin refreshing, jauh dari hingar bingar perkotaan.

Di pertengahan jalan aspal yang halus dan lurus, kita mesti belok kiri. Sayangnya tulisan “Pantai Goa Cina”nya kecil banget. Nggak jelas pula. Kalau belum pernah ke situ mungkin bakal nyasar, jalan terus (ntah nyambung ke mana). Aku aja yang duduk di depan nggak kelihatan papan namanya. Secara jalan beloknya di sebelahnya perkebunan dan *ehem* berbatu. Nggak kelihatan seperti jalan masuk pokoknya.

Begitu berbelok, sekitar 200 meter kita akan disambut dengan jalanan berbatu. Kalau lagi musim panas gini berasa naik alat penggilingan. Getarannya itu lho yang bikin ngeri bayangin ban mobil menerjang bebatuan runcing. Kalau kenapa-kenapa gimana? Tapi kalau lagi musim penghujan, dijamin nggak kelihatan jalannya. Berlumpur sih.

Setelah melewati jalan bebatuan, kita nanti akan bertemu sebuah portal dan akan ada orang yang menghampiri untuk menarik tiket masuk. Harganya Rp 4.000/orang. Murah kan? Yah walau tergolong mahal karena mengunjungi pantai yang seharusnya gratis tis tis, tapi ini kontribusi kita terhadap alam. Karena begitu parkir dan membayar tarif parkir sebesar Rp 5.000  untuk mobil (agak mahal ya?), ada penduduk sekitar yang sedang menyapu dedaunan yang rontok menghampiri.

“Itu (bayar) sebenarnya untuk biaya membeli batu, untuk memperbaiki jalan. Jadi biaya parkir ini kontribusi kalian di sini. Terima kasih, ya!” kata bapak tersebut.

Perjuangan melewati jalan bebatuan terbayar sudah begitu melihat keindahan Pantai Goa Cina yang masih sangat jernih. Nggak sia-sia 2 jam perjalanan, ditambah ‘guncangan’ di detik-detik terakhir, dan membayar ongkos masuk dan parkir. Rasanya seger banget mata melihat air, dan menghirup aroma air laut. Segera kami bergegas membawa peralatan dan perlengkapan piknik kami untuk turun ke pantai. Kami pergi ke sisi sebelah kanan dari pantai utama, di balik batu karang besar yang berdiri kokoh di bibir pantai. Subhanallah!

Pantai Goa Cina, nama tersebut diambil dari cerita di sekitarnya. Konon, jaman dahulu ada seseorang yang memiliki ras cina yang suka bertapa di dalam goa di bibir pantai ini. Makanya namanya Goa Cina. Sayang nggak kefoto, besar banget karangnya.

Karena pantai sepi (nggak sepi-sepi amat, karena ada beberapa orang), serasa seperti pantai pribadi. Asik banget! Tempat ini bagus untuk hunting foto. Tapi sayang kemarin nggak banyak foto, sudah keburu pengen nyemplung. Berkenalan dengan pantai selatan. Apalagi sudah lama banget nggak ke pantai.

Setelah menyantap bekal kami dari rumah, kami langsung nyebur, bermain dengan ombak. Kalau mau ganti baju dulu bisa kok, ada kamar mandinya. Jangan lupa bayar, ya! Sudah tertera kok tarif masing-masing keperluan kamar mandi. Hehe.

Me and my friends~

Kelihatan kan air lautnya, jernih banget. Walau agak susah waktu jalan, karena pasir pantainya lembut banget, jadi siap-siap berasa jalan di tumpukan salju. Haha.

O iya, sebelum nyebur jangan lupa oleskan sunblock sebelum bermain dengan air laut, ya!

Sekian ceritaku, bagaimana denganmu?

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

One thought on “Holiday to “Goa Cina Beach”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s