Posted in Analisa, Buku, Film

Anak & Media : FILM “Barbie as the Island Princess” VS BUKU “Lumba-lumba Terjaring”

Penyajian sebuah cerita untuk anak-anak semakin beragam. Mulai dari pertunjukan boneka, film, buku, maupun dari sebuah skenario permainan (game). Berbagai macam hiburan tersebut berlomba-lomba untuk menarik perhatian anak-anak. Namun apakah semua media tersebut cocok dan baik untuk anak-anak kita? Mari kita bandingkan antara dua macam media di bawah ini, antara film dan buku. Lebih menarik dan mendidik yang mana sih?

Data umum

Jenis : Film

Judul : Barbie as The Island Princess

Durasi: 85 menit, tahun 2007

Jenis : Buku

Judul : Lumba-lumba Terjaring

10 halaman, tahun 1996

Penyampaian content

Full kartun

Full gambar

Content

Bercerita tentang Rosella yang sejak kecil terdampar di sebuah pulau dan berteman dengan para binatang. Hingga suatu hari seorang pangeran bernama Antonio datang ke pulau itu dan membawanya kembali ke peradaban manusia.

Bercerita tentang seekor lumba-lumba bernama Bambabiru yang akhirnya terjaring ke dalam pukat nelayan walaupun Sisiripi, si ikan kecil berulang kali mengingatkan Bambabiru untuk berhati-hati.

Tujuan / materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil

·        Mengajak anak-anak untuk dapat berteman dengan makhluk hidup lainnya, seperti binatang dan tanaman.

·        Rela berkorban demi kebaikan diri sendiri.

·        Mengajarkan bahwa kebaikan lebih baik dari kejahatan karena dapat membawa kebahagiaan.

·        Mengembangkan imajinasi dan daya khayal anak-anak.

·      Belajar warna.

·      Mengajak anak-anak untuk mencintai binatang yang hidup di laut.

·      Mengajarkan solidaritas dalam berteman.

·      Lebih berhati-hati dan mendengarkan perkataan orang lain.

Sasaran pembaca/penonton

·      Semua umur, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Namun lebih cocok untuk anak usia sekolah karena cerita yang disajikan dapat lebih dipahami untuk anak usia sekolah.

·      Cocok untuk perempuan karena mulai dari cerita, latar, dan tokohnya cocok untuk perempuan. Seperti keanggunan sifat tokoh, nuansa pakaian yang dikenakan cantik, dan latar tempat (istana kerajaan) yang selalu didambakan anak perempuan.

·      Cocok untuk semua anak, baik laki-laki maupun perempuan.

·      Untuk anak usia prasekolah cocok karena mereka sudah belajar mengenal warna. Untuk anak usia sekolah juga cocok karena bahasa dalam penyampaian cerita singkat dan jelas sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca.

Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)

·      Sesuai tujuan untuk menghibur.

·      Sesuai usia yang dituju.

·      Alur film sangat menarik, dengan iringan lagu-lagu yang enak didengar, dan gambar barbie yang cantik semakin menarik perhatian anak-anak perempuan untuk terus menonton.

·      Karena yang memproduksi film ini adalah dari luar, akan menyusahkan anak untuk membaca terjemahan dari setiap pembicaraan.

·      Sesuai tujuan untuk menghibur dan edukasi baik bahasa, cerita, maupun warna (tampilan).

·      Sesuai usia yang dituju.

·      Untuk anak prasekolah, sebaiknya ada bimbingan dari orang dewasa untuk membacakan ceritanya. Sehingga anak tidak tertarik hanya pada gambarnya saja tapi juga makna yang terkandung.

·      Bahan dari buku ini adalah kertas karton yang tebal, sehingga membuat anak lebih senang karena dapat membalikkan halaman bukunya sendiri. Hal tersebut dapat melatih motorik halus anak.

·      Gambar dari tokoh-tokohnya sangatlah menarik, sehingga membuat anak semakin tertarik untuk membaca.

Teori yang relevan

Pada tahap operasional konkret (mulai usia 6 atau 7 tahun), anak-anak memahami ketetapan gender, yaitu seorang laki-laki tetap saja seorang laki-laki terlepas dari sebagaimana terlihat secara fisik. Ketika pembentukan konsep tersebut jelas, anak-anak akan termotivasi untuk menjadi seorang perempuan atau laki-laki dengan meniru model-model perilaku jenis kelamin yang sama. (Teori Perkembangan Kognitif tentang Gender dalam Santrock, 2002)

Pengaruh-pengaruh sosial berperan penting terhadap perkembangan kognitif dan peran pengajaran dalam perkembangan anak. Sehingga anak-anak yang dibantu oleh orang tuanya yang dapat menyesuaikan kualitas bantuannya dalam membaca, dapat meningkatkan kemampuannya untuk mencapai level kesulitan yang lebih tinggi. (Vygotsky dalam Santrock, 2002)

Analisis dari kedua media :

Dari dua media di atas, dapat dilihat bahwa keduanya sangat menarik terutama bagi anak-anak. Keduanya memiliki tujuan dan sasaran masing-masing. Film Barbie as the Island Princess (Barbie sang Puteri Pulau) menampilkan sesosok gadis cantik yang aktif dan pintar menyanyi. Dengan ditemani para binatang (gajah, beruang merah, dan burung merak) yang sudah dianggapnya sebagai keluarga, ia pergi bersama seorang pangeran untuk mencari tahu siapa dirinya. Cerita tersebut sudah tentu lebih disukai oleh anak perempuan. Sedangkan buku Lumba-lumba Terjaring yang menampilkan gambar-gambar yang menarik dengan cerita perjuangan teman-teman seekor lumba-lumba untuk menyelamatkannya dari jaring para nelayan, dapat menjadi suatu sarana pembelajaran yang baik untuk anak-anak yang baru belajar membaca. Persamaan dari kedua media tersebut adalah mengajarkan anak-anak untuk lebih menyayangi binatang baik darat maupun di laut. Meskipun keduanya mengandung unsur fiksi, namun makna yang terkandung sangat banyak. Seperti bersikap jujur dan mau mengalah untuk kebaikan dan kebahagiaan diri sendiri maupun orang lain, jangan takut untuk melakukan kebenaran, dan setiap pribadi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

My opinion/ conclusion:

Saya menyukai kedua media di atas. Namun jika diharuskan memilih salah satu, saya lebih memilih film Barbie as the Island Princess. Karena anak-anak sudah tentu lebih menyukai hal-hal yang lebih menarik seperti film daripada buku. Film memiliki kelebihan berupa gambar yang bergerak dan dapat bersuara. Terlebih film Barbie ini menyerupai manusia asli dengan efek dua dimensi (2D). Selain itu juga terdapat musik yang terkadang mengiringi nyanyian tokoh utama yang memiliki suara merdu. Hal ini dapat memotivasi anak untuk dapat ikut bernyanyi. Karena bernyanyi termasuk kemampuan dalam berbahasa dan berbicara sehingga dapat membantu untuk mengasah kemampuan tersebut. Cerita yang memperlihatkan kedekatan sosok Barbie dengan para binatang juga dapat membantu anak membentuk skema atau pengetahuan untuk menyayangi binatang. Dan saat Barbie akhirnya menikah dengan Pangeran Antonio, hal ini dapat membantu anak membentuk ketetapan gender. Anak-anak akan memahami bahwa manusia terdiri dari dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Namun di samping itu terdapat tokoh jahat yang ingin meracuni semua penghuni kerajaan. Sehingga saya menyarankan agar orang tua dapat menemani anak menonton untuk memberikan pemahaman kepada anak.

Sedangkan untuk media satunya, buku Lumba-lumba Terjaring, saya kurang setuju dengan akhir dari ceritanya. Di mana lumba-lumba tidak ingin berteman dengan para nelayan lagi dan hanya ingin berteman dengan para ikan saja.  Jika dilihat secara dalam, kejadian lumba-lumba terjaring tersebut adalah kecelakaan karena Bambabiru kurang hati-hati, bukan kesalahan nelayan. Cerita seperti itu akan dapat mempengaruhi pemikiran anak-anak bahwa nelayan adalah sosok yang tidak baik dan lumba-lumba tidak ingin berteman dengan manusia. Maka dari itu peran orang tua sekali lagi sangat dibutuhkan untuk meluruskan persepsi semacam itu. Namun bukan berarti saya tidak merekomendasikan media baca ini, malah saya sangat merekkomendasikannya. Namun tentu apapun media yang menjadi sarana belajar anak dan semandiri apapun anak, peran orang tua tetaplah penting untuk memilih dan memilah mana yang terbaik untuk anak.

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s