Posted in Traveling

Side Story of “T2T”- Scam Crime

Kejadian tidak mengenakkan datang dari salah seorang (mantan) anggota rombongan kami. Aku bilang mantan karena memang awalnya, katakanlah R (aku lupa namanya), awalnya adalah salah satu anggota rombongan sebelum berangkat. Tapi karena istrinya melahirkan, makanya mengundurkan diri untuk ikut perjalanan ini. Tapi mungkin karena ketidakyakinan prinsipnya, akhirnya R tetap ikut penerbangannya, tapi dia bakal backpacking. Dan rencananya dia akan ke Thailand baeng istrinya tahun depan, backpacker juga.

Jadi saat berangkat dari Surabaya, R ikut bareng dengan rombongan. Tapi begitu sampai di Thailand, dia misah untuk berpetualang di negeri orang seorang diri tanpa persiapan yang matang. R bilang sendiri kalo dia memang nggak punya waktu untuk cari tau segala macam tentang ‘kejelekan’ di Thailand. Untungnya ketemu di Jatujak Market.

Jadi, suatu hari saat dia mau ke tempat penginapan para backpacker khusus orang Indonesia. Kebetulan lokasinya ada di luar Kota Bangkok. Saat sedang bingung, ada seorangsopir tuk-tuk dengan pakaian yang rapi menghampirinya dan menawarkan untuk membawanya muter-muter kota Bangkok dengan harga murah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan akhirnya R mau. Tau-tau R diturunin di suatu tempat yang nggak jelas. Belum sempat ngapa-ngapain, ada seseorang yang menghampirinya lalu mengajak ngobrol menggunakan bahasa inggris yang fasih dan lancar. Inti dari omongannya adalah dia promosi tentang betapa untungnya dia kalo beli batu permata. Padahal harganya nggak wajar dan seringnya malah batu tersebut palsu. R sendiri waktu cerita bilang kalo seperti terhipnotis dan langsung meng-iyakan untuk bertransaksi. Kalo nggak salah harganya 160.000 Baht atau setara dengan Rp48.000.000. Karena R nggak bawa uang tunai, akhirnya dia membayar dengan kartu kredit. Begitu selesai membeli, *tek* dia baru sadar dengan kejadian yang barusan. R langsung lemes. Gimana nggak, duit langsung amblas. Dia berusaha untuk cancel transaksi barusan. Denger-denger yang bisa di-refund hanya 20%nya. Pokoknya dia sewaktu bercerita menyodorkan berkas-berkas yang mungkin bisa digunakan untuk ngurus di Indonesia. Entahlah gimana nasibnya sekarang.

Modus Thai gem scam udah sangat terkenal walau kejahatan nomer 1 di Thailand adalah copet. Mereka yang melakukan adalah orang pendatang yang memanfaatkan image ramah orang Thailand.  Untuk daftar macam kriminal di Thailand bisa dilihat di sini.

Pengalaman R mungkin satu dari sekian kejahatan yang pernah dirasakan banyak pendatang. Semoga tulisan ini bisa menjadikan pembaca gambaran bahwa datang ke negeri orang, sebagus apapun imagenya, jangan pernah lengah. R telah membuktikan bahwa kelengahan dan terlalu percaya serta kurangnya pengetahuan akan dapat merugikan diri sendiri. Sebelum berangkat, cari tau segala informasinya. Tidak hanya tempat-tempat yang bisa dikunjungi, tapi juga catatan kriminalnya. Terlalu percaya nggak bagus, terlalu nggak percaya juga nggak bagus. Seimbangkanlah. Waspadalah, waspadalah!

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s