Posted in Traveling

“TRIP TO THAILAND” – Day 5 (The Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun)

Minggu, tanggal 6 Mei 2012.

Yea, the last day has come~

Aneh, padahal kemarin awal-awal hari rasanya bosen banget, pengen cepet pulang. Tapi begitu hari terakhir kok rasanya nggak rela udah mau pulang ke negeri sendiri. Haha, udah adaptasi dengan lingkungan para ‘bule’ kali ya.

Yap, kami mulai packing, menjejalkan semua barang-barang yang kami bawa dari Indonesia sekaligus oleh-oleh maupun barang yang kami telah beli ke dalam koper yang mungil itu. Untungnya nggak overweight, dalam artian masih muat ke dalam koper dan beratnya nggak lebih dari berat bagasi pesawat. Ini perlu diperhatikan saat pergi ke LN kalo nggak mau nambah biaya untuk oversized baggage. Tips dari aku sih, waktu pergi, nggak usah bawa baju banyak-banyak kalo tujuan utama buat belanja. Udah pasti penuh tuh koper kalo kamu gila belanja. Nggak gila belanja juga rasanya pengen gila (hehe). Atau kalau mau, bawa baju sedikit aja, dan pakai baju yang beli di sana. Terus bawa tas yang bisa dilipet itu, jadi setelah belanja bisa langsung dimasukin bagasi.

Setelah koper siap, kami turun untuk sarapan dan segera menaikkan koper-koper kami ke mobil. Berangkatlah ke next destination~

Kali ini kami ke “The Grand Palace”. Dari judulnya udah keliatan kan kalo itu adalah istana.

pintu masuk Grand Palace

Dari pintu masuknya yang super raksasa dan megah aja udah kerasa ‘wah’nya. Kerajaan ini terdiri dari berbagai macam bangunan. Dan semuanya bagus-bagus. Di sini menjadi tempat tinggal Raja Thailand (modern) pertama hingga kedelapan. Raja yang sekarang, raja kesembilan sudah pindah dari tempat ini ke tempat (kerajaan) yang baru. Tapi walaupun dibuka untuk umum, tetep aja para turis nggak boleh masuk ke dalam gedung karena masih ada barang-barangnya.

Terkadang Raja IX datang ke sini untuk sekedar berkunjung, atau ada upacara yang mau nggak mau Grand Palace harus ditutup untuk umum. Seperti beberapa hari yang lalu, kata Siska di sini ditutup untuk umum karena ada upacara penggantian baju Budha. Di salah satu bangunan yang bernama The Royal Monastery of the Emerald Buddha, terdapat sebuah patung Budha yang diukir dari batu giok hijau yang memakai pakaian yang terbuat dari emas asli. Pakaian yang ada terdiri dari 3 macam tergantung musimnya, yaitu summer, rainy season, dan winter. Karena sebelum waktu itu masuk ke dalam musim panas, Raja IX datang ke sini untuk memakaikan pakaian musim panas. Karena hanya Sang Raja-lah yang bisa menggantikan pakaiannya. Tapi waktu aku ke sini, para turis boleh masuk ke bangunan ini. Tapi pengunjung diwajibkan melepas alas kakinya di luar gedung. Waktu masuk, kamera dan video recorder is prohibited. Mungkin demi menjaga keamanan aja. Bagus banget dalemnya. Selain itu juga ada gedung yang tidak dibuka untuk umum, walau sekedar di depannya. Alasannya ada tamu kerajaan yang menginap di situ.

Luas dari Grand Palace mencapai 218.000 meter persegi dengan empat dinding menjulang sepanjang 1900 meter. Jadi udah dipastikan nggak mungkin aku muterin semua bangunan yang ada di sana. Sebagian besar aja. Kesanku: INDAH BANGET! ‘Umpel-umpelan’ sama turis lain nggak kerasa mengganggu saking terpesonanya menikmati keindahan ornamen gedung-gedung yang tinggi menjulang.

Dan ini foto paling aku suka, soalnya keliatan jelas banget detail gedungnya.

nampang dulu~

O iya, sebelum masuk ke sini perlu diperhatikan juga pakaian yang digunakan. Karena untuk menghormati kerajaan. Jadi:

pakaian yang dilarang saat masuk ke dalam The Grand Palace

Tapi tenang, bagi yang nggak tau dan terlanjur pake, di luar kerajaan banyak banget kan tuh penjual. Ada yang menyewakan celana panjang atau syal (semacam pasmina) untuk dipake. Tentu dengan merogoh kocek, nggak mahal kok. Nggak cuma persewaan, yang jual baju juga ada. Kalo ada yang tertarik mau beli, silahkan walau nggak banyak yang jual.

Selanjutnya, kami menuju tujuan berikutnya yaitu “Wat Pho” untuk melihat “The Sleeping Budha”. Dulu pernah baca kabarnya di koran, kalo ada yang membangun Budha Tidur. Dan inilah aku, melihatnya secara langsung. Sebelum masuk, tiap pengunjung diberi sebuah kantong untuk memasukkan sepatu atau alas kaki kami ke dalamnya. Cara ini lebih efektif daripada di The Grand Palace (saat liat Budha hijau). Begitu kami masuk ke dalam sebuah gedung yang tinggi, kepala Sang Budha langsung keliatan.

Kepala Budha Tidur
Budha Tidur full body
Telapak Kaki Budha Tidur

Uniknya di sini, ada semacam mitos. Kalau pengunjung mau, dapat membeli (menukarkan uangnya dengan) sejumlah koin ke petugas. Jumlahnya random lho. Jadi, di badan bagian belakang Sang Budha Tidur, ada semacam guci yang berjejer-jejer hingga pintu keluar. Jika pengunjung dapat memasukkan tiap koin ke dalam guci-guci hingga akhir dan pas (nggak kelebihan atau kekurangan koinnya), maka dia akan mendapat keberuntungan. Yah, walau kata Siska sendiri nggak usah terlalu dipercaya. Tapi kalo mau iseng boleh coba. Biasanya yang pas kalo masukin koin tanpa menghitungnya. -percaya ga percaya-

guci koin yang berjejer-jejer
koin-koin yang ada di salah satu guci

Selesai dari Wat Pho, kami melanjutkan perjalanan menuju sungai Chao Praya. Kami menaiki sebuah kapal yang dapat memuat puluhan orang untuk menyeberangi sungai. Cukup membayar beberapa Baht (seingatku nominalnya hanya satuan, entah 7 Baht atau lebih).

kapal penyeberangan

Menaiki kapal, kami menikmati ‘coklat’nya sungai Chao Praya. Walaupun coklat dan di pinggiran dermaga banyak sampah, tapi masih keliatan banyak ikannya. Muncul sekejap ke permukaan air dan kembali masuk ke dalam air, menghindari perahu-perahu yang menguasai permukaan sungai. Selain itu juga pemandangan gedung-gedung tinggi yang menjulan nun jauh di sana juga terlihat. Refreshed!

Sungai Chao Praya

Sesampai di seberang, kami melewati semacam pasar dan terus berjalan menuju sebuah candi. Kata Siska ini adalah candi terindah di Thailand. Tapi kok waktu aku googling, yang keluar malah White Tample ya? Jadi sepertinya ini adalah “Candi Wat Arun”. Tapi menurutku emang indah banget candinya. Nggak sebesar yang ada di Indonesia, tapi indah banget.

Candi Wat Arun

Namanya juga candi, udah pasti undakan tangganya nggak kayak tangga di rumah. Undakan tangganya sempit dan tinggi. Rasanya kalo naik sih nggak horor, tapi waktu turun, berasa mau ‘njungkel’ alias jatuh. Jadi aku nggak berani naik sampai yang teratas, cuma sampai di kedua dari atas. Pemandangannya, mancab! Sungai Chao Praya keliatan, kota Bangkok dari jauh keliatan, bagus banget. Cuma satu kekurangannya, PANAS!!! Panasnya nggak kayak di Candi Borobudur yang menyengat sinar matahari, ini udah matahari nyengat, udara kering, wah item item beneran ini. Haha.

pemandangan dari tengah badan candi
kaki candi di tiap anak tangga
pemandangan ke arah Sungai Chao Praya

Selesai berfoto dan berpanas-panas, kami istirahat di samping candi. Kami berpapasan dengan turis sesama orang Indonesia lagi. Mereka pada bawa kresek besar-besar (kayaknya borong nih). Karena di samping candi terdapat pasar yang ternyata banyak penjual yang membolehkan membayar dengan menggunakan rupiah. Bahkan penjualnya banyak yang bisa berbahasa Indonesia. Mungkin banyak dan sering orang Indonesia yang borong atau ‘kulakan’ di sini kali ya.

Setelah puas belanja, kami kembali menyeberangi Sungai Chao Praya. Tujuan kami berikutnya adalah Mall MBK. Yap, kami kembali ke sini untuk makan siang di The Fifth, foodcourt yang kami datangi saat hari ke-3. Setelah kenyang, kami langsung menuju Bandara Suvarnabhumi untuk pulang ke Indonesia. Walau hanya sebentar di Thailand, tapi rasa rindu untuk kembali selalu memanggil. 5 hari di Thailand yang menyenangkan, dan aku berharap bisa kembali lagi. See ya, Thailand~

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

4 thoughts on ““TRIP TO THAILAND” – Day 5 (The Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun)

  1. salam kenal
    boleh nanya nih ke thailand pake travel apa?
    kira2 murah g ya?
    thanks utk infonya

    1. salam kenal juga, Mas Reza😀

      ini aku pake travel temennya Mama.
      kalo menurutku sih murah. 5 hari bisa keliling-keliling ke tempat yang aku ceritain (bisa request tempat tujuan juga) cuma dibanderol 3,8 juta. udah termasuk tiket masuk tempat wisata sama transportasinya. walau tiket pesawat di luar itu. tapi kalau cari harga promo bisa murah banget. itu juga belum biaya makan sih, tapi dijamin harga makanan di sana variatif. kalau mau murah bisa, mahal juga bisa. biar lebih bebas nyobain kuliner di sana.
      atau juga ada paket 2,8 juta untuk 4 hari dan 2 juta untuk 3 hari. pokoknya minimal 10 orang bisa langsung berangkat. kalo lebih rame-rame lagi bisa lebih murah lagi~

      kalo tertarik, bisa kontak lebih lanjut. (y)

  2. Hai Shin, tulisan km menarik banget deh, jadi pengen nyobain thailand juga, boleh bagi info tour yang dipakai? Thanks

    1. Terima kasih Mbak Irene. Seneng kalau tulisanku bermanfaat.🙂
      Thailand termasuk negara dengan budget murah kok. Apalagi barang-barang di sana juga banyak yang murah.

      Travel yang aku pake travel temennya Mamaku. Nggak gede sih, semacam travel keluarga. Tapi jam terbangnya udah lumayan tinggi. Untuk tarif bisa lihat di comment di atas ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s