Posted in Traveling

“TRIP TO THAILAND” – Day 4 (Jatujak Market, Siam Niramit)

Sabtu, tanggal  5 Mei 2012.

Waaahh, lagi-lagi nggak sempet ke pasar Pratunam di deket hotel semalem. Apalagi paginya, wah lebih enak molor. Yah, prioritasku waktu itu kan kondisi tubuh, seenggaknya nggak boleh loyo. Masa jauh-jauh ke sini cuma buat sakit, kan nggak lucu.

Sarapan pagi ini adalah donat yang kemarin beli di MBK Centre. Donatnya mirip J*o. Walau udah agak keras gara-gara diinepin semaleman dan coklatnya meleleh gara-gara kepanasan di perjalanan kemarin. Tapi nggak papa, lumayan bisa ngganjel perut.

donat meleleh~

Setelah siap, kami turun ke lobi untuk (sarapan dan) siap-siap. Aku nggak ambil roti lagi kayak kemarin, jujur nggak kerasa laper. Jadi aku cuma ambil teh dan bergabung dengan yang lain. Nggak lupa kami mengabadikan momen kebersamaan kami (mumpung masih seger dan cantik”). Pagi ini kami diberi deadline waktu lebih siang, jam 9. Soalnya tujuan kami pertama hari ini masih baru buka jam 9. Hari ini, ke mana lagi ya kira-kira. . .

“Jatujak Market” adalah tujuan kami berikutnya. Namanya juga market, jadi di sini semacam Tanah Abangnya Thai. Banyak banget yang jual, dan kalo nggak hafal bisa tersesat mau balik ke meeting point.

peta pasar Jatujak

Peta di atas adalah gambaran denah pasar Jatujak. Di dekat pusat informasi, ada baleho list beserta foto-foto tersangka pencopetan yang tertangkap. Banyaaakkkk banget. Heran aja, kalo foto mereka dipampangin gitu ya masak sama orang mau dihapalin? Soalnya judulnya “Beware of This People” kalo nggak salah. Pokoknya disuruh hati-hati, jangan taruh tas di belakang dan tetap dalam pengawasan. Ya mungkin hati-hati sama pencopet, bukan sama yang ada di baleho itu kali ya.

“Hahaha, konyol, fotonya ada yang pada babak belur. Habis digebukin paling itu terus difoto,” komentar kakak setelah melewati baleho itu.

“Ha? Masa?” tanyaku penasaran, geli, kagum, campur deh. Aku nggak merhatiin sih jadi nggak tau.

Bagi pecinta shopping murah, pasar ini bisa jadi rekomendasi. Barang-barang yang dijual bermacam-macam jenisnya, dan rata-rata harganya diantara 100-300 baht (nggak menutup kemungkinan harga di atasnya) atau sekitar 30.000-100.000 rupiah. Mungkin bagi kita yang terbiasa dengan pakaian berbahan tebal yang mahal, bakal kaget kalo nemuin pakaian berbahan tipis tapi kalo di Indonesia bisa lebih murah harganya. Jangan kaget, karena di sana lagi musim panas. Jadi kebanyakan pakaian yang dijual yang berbahan tipis. Mungkin beda lagi kalo di sana lagi musim lain. Tapi walau berbahan tipis, aku akuin bagus banget. Kayak dress bunga-bunga yang aku taksir. Tipisnya kebangetan sih, makanya aku nggak ambil😛.


Namanya pasar, ramenya ya kayak pasar. Awalnya begitu dateng ke sini masih sepi tuh, kan masih pagi. Tapi semakin siang semakin rame. Nggak cuma turis Barat aja, turis Timur juga banyak. Bahkan nggak jarang aku papasan sama sesama orang Indonesia di sini. Gimana tau mereka dari Indonesia? Tentu saja dari bahasa mereka. Ada yang pake bahasa Indonesia, ada yang pake bahasa Jawa. Rasanya seeeneeeng banget ketemu sesama pejuang di sini, sama-sama berjuang dari Indonesia untuk menghabiskan uang. Hahahaha.

Di sini lumayan, dapet tangkapan yang memuaskan (walo masih kurang puas sih sebenernya!). Tapi mau apa dikata, kaki udah pegel banget dan belum semua wilayah terjelajahi. Jadi harus bilang puas! Masa 4-5 jam jalan-jalan masih belum puas.

Siang sudah semakin siang. Kami beranjak dari Pasar Jatujak menuju “Jatujak Mall” untuk makan siang. Rasa haus udah menyerang tenggorokan sejak tadi. Jadinya ikut beli jus Srikaya di PKL sana (walau agak mahal sih harganya). Sampai di JJ Mall, banyak yang langsung memesan makanan di foodcourt yang terjamin kehalalannya. Di sini sekali lagi menggunakan kartu. Tapi bedanya di sini harus membelinya dulu, baru nanti kalo sisa dikembalikan uangnya. Aku lupa berapa yang harus dikeluarkan, soalnya diambilin kakak sih. Sayangnya di sini aku nggak makan, perutku mual rasanya. Akhirnya jus Srikaya yang enaknya sampai ke langit itu harus aku keluarkan di toilet. Mungkin karena aku kecapekan dan kurang makan. Setelah itu aku tetep nggak minat makan. Tapi berkat itu aku jadi lebih seger. Untungnya aku nggak lemes, jadi masih bisa melanjutkan menikmati kegiatan selanjutnya.

Dari JJ Mall, kami sempet mampir di satu mall lagi. Tapi aku nggak tau itu di mana, soalnya kami langsung masuk parkiran dan turun di dalem. Nggak keliatan gitu tulisannya mall apaan. Di sini kami muter-muter cari ‘mangsa’ lagi. Kebetulan waktu itu kami ada di 1 lantai yang menjual aksesoris cewe-cewe kayak jepit rambut, bandana, ikat rambut, gelang, cincin, syal, dll. Wah, bagi pecinta aksesoris di sini adalah surganya. Kebanyakan yang dijual bernuansa lucu-lucu, imut-imut, feminin banget. Warna pink bertebaran di mana-mana.

Turun satu lantai, kami ke daerah baju-baju. Mungkin karena Hallyu Wave sampe ke sini, makanya baju model Korea banyak dijual di sini. Tapi harganya. . . lumayan lah. Hahaha. Sayangnya aku di sini nggak dapet yang aku taksir. Padahal begitu kami berkumpul di meeting point, banyak yang dapet tangkapan. Saranku: kalo lagi di Thailand, ketemu sama barang yang kalian suka, dengan harga yang nggak merugikan, AMBIL! Daripada nyesel nantinya.

Setelah dari mall, kami ke “Siam Niramit”. Bagi kalian yang pernah denger ini sebelumnya, udah pasti ngiri deh~

Siam Niramit adalah show paling spektakuler di Bangkok yang menampilkan cerita sejarah kerajaan, adat istiadat, dan budaya di Thailand. Show ini terdaftar di Guinness World Records lho! Selama pertunjukan yang berdurasi 80 menit ini penonton dimanjakan dengan tampilan panggung dan efek cahaya maupun setting yang “wah”. Berasa nonton bioskop 3D, tap ini lebih WAH karena bukan dari layar melainkan live. Nggak rugi deh nonton show ini hanya dengan merogoh kocek 1500 Baht = 450.000-an rupiah.

Begitu kami tiba, di depan gedung sudah ada 2 gadis yang berpakaian tradisional memasangkan bunga di dada kiri kami, lalu difoto oleh fotografernya. Aku kira ini memang sudah termasuk paket shownya. Ternyata setelah berfoto, fotografernya memberikan kami secarik kertas dengan tulisan “Photo No. XX”. Jadi di akhir kunjungan kami, sebelum pulang dapat membawa foto yang telah dicetak sebagai buah tangan. Pasti aku beli kalo harganya nggak 200 Baht (sekitar Rp 60.000), mbak mas. Duit udah menipis ini!

Setelah ‘disambut’, kami diberikan masing-masing tiket masuk berupa stiker yang ditempel di baju kami.

Sebelum pertunjukkan dimulai, kami para penonton disuguhi makanan dengan sistem prasmanan. Lagi-lagi kami was-was dengan makanan di sini. Akhirnya kami hanya mengambil makanan khusus vegetarian dan makanan yang kira-kira bebas pork. Siska dengan antusias memberikan contoh makanan yang bebas pork.

Setelah makan malam, tepat pukul 20.00 waktu setempat (sama aja kayak WIB) kami masuk ke tempat shownya. Sebelum masuk ke theatre, para penonton tidak diperbolehkan membawa kamera ataupun kamera video. Jadi mereka yang membawa diminta untuk menitipkannya ke petugas. Sebenernya penjagaannya nggak begitu ketat kok. Buktinya aku bebas dari penggeledahan. Kok bisa? Bisa donk!😀

Begitu masuk, panggungnya gelap. Mungkin efek biar penonton pada penasaran. Baru menunggu sebentar, lampu di sekitar penonton mulai meredup. Layar LCD kecil di atas panggung mulai menampilkan tulisan. Diawali dengan dimintanya penonton untuk berdiri (untuk menghormati) dan mulai menampilkan video perjalanan Raja Thailand yang saat ini dalam memperhatikan rakyatnya. Setelah itu dibacakan sejarah Thailand dalam berbagai bahasa. Yang aku inget ada bahasa Thailand, Jepang, China, dan Inggris. Daaan, pertunjukkan dimulai.

salah satu pertunjukkannya~

Pertunjukkan dibagi ke dalam 3 tema. Pertama, menampilkan budaya yang ada di Thailand kuno: The Ancient Kingdom of Lanna, Traders from Overseas, Heritage of the Khmer Civilization, dan the Mighty Capital of Ayutthaya. Setiap set, settingnya berbeda. Kedua, menampilkan cerita dari tiga dunia yang dipercaya oleh masyarakat Thailand: Fiery Hell, Mystical Himapaan Forest, and Blissful Heaven. Dan ke tiga adalah menampilkan perayaan yang ada di Thailand.

Penari yang dikerahkan lebih dari 150 orang. Selain orang, hewan juga ikut tampil seperti gajah, ayam, dan domba. Selain itu penonton akan kaget kalo ternyata settingnya diubah dengan waktu yang singkat. Aku bahkan nggak sadar kalo di atas panggung ada aliran airnya. KEREN BANGET SUMPAH! Kalo kalian ke Thailand, jangan melewatkan show ini. Dijamin puas banget. Bahkan saking puasnya, perjalanan kami kembali ke hotel dipenuhi dengan cerita tentang show. Bahkan di kamar hotel pun, kami mengingat-ingat kembali ceritanya. *UNVERGETABLE SHOW EVER*

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

2 thoughts on ““TRIP TO THAILAND” – Day 4 (Jatujak Market, Siam Niramit)

    1. wah kalau tarif hotel yang saya singgahi nggak tanya tuh. kalau mau lebih murah kayaknya ada semacam homestay khusus buat bakcpacker kok. coba cari2 lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s