Posted in Traveling

“TRIP TO THAILAND” – Day 3 (Ancient City, Mall to Mall)

Jumat, tanggal 4 Mei 2012.

Pagi-pagi rasanya capek banget. Tapi nggak berlaku buat Mama, yang udah semangat mau ke pasar Pratunam lagi bareng sama yang lain. Aku libur dulu deh, mau melanjutkan tidurku.

Yak! Hari ke dua di Thailand, semangat sudah menyala setelah tidur lagi tadi. Hahahaha. Jadi aku mau pake baju yang warnanya membakar semangat, MERAH. Hari ini kami ke “Ancient City” yang kata Siska mirip TMII. Aku juga kurang tau TMII kayak gimana, belum pernah ke sana sih. Jadi di sini luas banget, berapa hektar gitu. Jadi kami naik Tram. Bisa juga sih naik sepeda kayuh, kalau kuat. Kata Siska, biasanya orang Barat yang kesini lebih memilih pake sepeda, sedangkan orang Asia lebih milih Tram. Keliatan deh bedanyaaa… Hahahaha.

Setelah berjalan beberapa meter, barulah kelihatan isi dari Ancient City ini. Ternyata isinya adalah berbagai macam bangunan baik replika peninggalan sejarah maupun hasil dari kreativitas orang Thailand dalam arsitektur. Ada macem-macem bentuk kayak candi, pilar, patung (legenda), dan bangunan. Untungnya bangunan di sini bagus-bagus, keunikan Thailand keliatan dari warna sama bentuknya. Jadi bisa menikmati tanpa harus takut bosan.

beberapa contoh bangunan yang sempet aku abadikan

Selain itu, di sini ada pasar apungnya, semacam Pattaya Floating Market versi mini. Karena takut waktunya nggak keburu, ditambah panasnya minta ampun, jadinya aku cuma mampir yang deket-deket aja. Sempet juga beli hiasan, yang kalo ditekan kepalanya goyang-goyang. Bentuknya kayak macan.

Setelah dari Ancient City, kami cuuus ke kawasan mall. Kami turun di depan “MBK Centre”, tapi langsung menyeberang lewat jembatan khusus pejalan kaki ke “Platinum Mall”. Kagumnya di sini, jembatan penyeberangan. Jadi, pejalan kaki nggak perlu semburat di jalan raya untuk mondar-mandir dari satu mall ke mall lain, tapi lewat jembatan penyeberangan yang luas banget. Jembatan ini juga selain untuk menyeberang juga sebagai jembatan antar mall. Jadi kalo misal dari MBK mau ke Platinum, nggak perlu naik turun tangga buat masuk ke mall. Jembatannya itu udah nyambung sama mallnya di lantai 3. Keren kan?

narsis di atas jembatan
narsis di atas jembatan

Selain itu juga kayaknya nyambung ke kereta komuter. Kemarin sempet ditawarin sama Siska kalo mau nyoba naik kereta. Jalurnya muter, jadi tinggal naik nanti turun di tempat yang sama. Cuma belum ada waktu, jadi maybe next time (amiiin). Pokoknya jembatannya bisa menampung banyak banget pejalan kaki. Jalan untuk kendaraan jadi rapi. Salut deh buat pembangunan di sini.

Di pintu depan Madame Tussauds

Di Platinum, kami ke “Madame Tussauds”. Di sini tempat patung lilin artis-artis dunia maupun lokal Thailand. Tapi nggak semua artis ada, mungkin karena keterbatasan tempat juga. Jadi secara bergilir, patung-patung yang ada bulan/hari itu bakal gantian sama patung-patung yang lain. Ini aku tau waktu ada liputan di tv, dan saat mereka ke situ, aku nggak ketemu sama patung itu (lupa siapa).

Sebelum masuk ke dalam museum, pengunjung sudah dikejutkan oleh patung lilin di luarnya. Ada sebuah patung lilin yang berdiri (kayaknya artis, aku nggak kenal), dan di depannya ada kamera (boongan) yang di belakangnya berdiri juga sebuah patung. Orang yang nggak ‘ngeh’ pasti mengira patung yang berdiri di belakang kamera adalah orang beneran. Banyak diantara rombongan yang akhirnya mengalami ‘Subception’, di mana kesadaran datang dengan tidak sengaja. Jadi membuat mereka bilang “Oooh ternyata ini patung juga toh,”. Kikikikikik.

Begitu kami masuk ke dalam museum, kami langsung disambut dengan patung tokoh-tokoh sejarah. Aku kurang ngerti dan hafal siapa aja mereka. Kan itu tokoh sejarah di Thailand, ya kalo di Indonesia paling Soekarno, Hatta, semacam itu. Ada juga tokoh politik, kayak perdana menteri, bahkan Presiden Amerika Barrack Obama beserta istrinya. Ada Lady Diana, Ratu Elizabeth; tokoh sains Albert Einstein, dkk; tokoh musik Beethoven dan Mozart (kalo nggak salah); tokoh olahraga sepak bola Christiano Ronaldo, Beckham, dkk; tinju Moh. Ali; basket Yao Ming; tokoh musik pop dunia MJ, Lady Gaga, dkk; tokoh silat Bruce Lee, Lee Jordan; tokoh anime Doraemon; entertainer Oprah; artis hollywood banyaaakk ada Will Smith, Angelina Jolie, Brad Pitt, Nicolas Cage, dkk.

Ali Madd dora

?? Pirate  rona

Yang paling berkesan waktu ketemu sama patung lilin Nickhun 2PM. Waaahh,, seneng banget!

foto sama Nickhun KW, ati-ati cemburu!

Setelah puas berfoto-foto ria dengan para ‘artis’, kami kembali menyeberangi jembatan untuk kembali ke MBK Centre. Di sini kami sholat dengan menjamaknya. Alhamdulillah di mall yang mayoritas agamanya non islam masih bisa bertenggang rasa antar agama. Terbukti ada musholla di mall sebesar itu. Setelah sholat, kami makan siang di food court “The Fifth”. Sistem food court di sini adalah dengan menggunakan kartu. Jadi saat pengunjung masuk ke dalam kawasan food court, akan ada petugas yang memberikan masing-masing satu kartu yang bernilai 1000 Baht. Kita kalo pesen makanan tinggal kasihin kartunya ke yang jual untuk digesek. Nanti kartunya dibalikin lagi beserta notanya ke kita. Kalo udah selesai makan, baru deh kita bayar ke kasir dengan mengembalikan kartunya. Praktis kan? Awalnya rada bingung juga sih, tapi kalo udah tau jadi kerasa praktisnya. Pertama kali aku tau sistem ini waktu ke Batu Secret Zoo. Tapi sedikit beda sih. Bedanya kalo di BSZ kita bayar dulu buat dapet kartunya. Kalo sisa baru nanti kembaliannya dikasihin waktu ngembaliin kartunya. Sebelum turun ke lantai dasar, tidak lupa aku membeli donat.

Di MBK ada sebuah toko yang katanya khusus menjual barang khas di Thailand. Toko “Naraya” yang terletak di lantai dasar sebelah pintu masuk depan.

DSC00164

Di sini menjual mulai dari tas, dompet, gantungan kunci, bros, hiasan, dan semacamnya. Bagus-bagus sih, tapi harganya lumayan lah, alias standar. Nggak bisa dibandingin sama harga di pasar. Model dan motifnya eksklusif dan bagus. Kebetulan aku lagi butuh dompet, soalnya dompetku udah ‘tua’ banget, sejak aku SMP. Jadi aku ambil dompet yang satu ini soalnya aku suka banget sama motifnya.

unyu kaaann?

Menjelang gelap, kami sudah sampai ke tujuan berikutnya. Tujuan ini sebenernya berdasarkan rekues dari ketua rombonga. Yaitu ke “Central World”, mall baru tapi isinya barang-barang branded jadi mahal-mahal. Tujuan ke sini ya cuma buat sekedar tau aja. Di sini, kakak kepikiran buat ngerasain kayak backpacker. Jalan-jalan tanpa harus ngikutin rombongan, jadi bebas. Oke deh, aku ikut aja nemenin. Itung-itung juga ikut ngerasain. Di mall ini gede banget, dan kerasa mewahnya. Nggak cuma dari toko-toko yang ada, tapi juga pengunjungnya. Widih, kalo cowo Indonesia ke sini pasti betah sebetah-betahnya. Gimana nggak, cewe-cewe di sini pada bening-bening, stylist, trendy. Kayak artis yang di televisi. Muncul pertanyaan, kok bisa pada mulus, ramping, langsing gitu ya. Aku baru sadar, ini kan mall mewah, di tengah kota besar Bangkok lagi. Udah jelas mereka berduit lah, perawatan segala macem, beli pakaian yang lagi inn dan bermerk. Wah gila pokoknya keren, di sini pada ngikutin mode. Tapi pas gitu. Kan kadang nggak jarang kita lihat di jalanan banyak orang yang termakan mode tapi malah keliatan nggak pas buat mereka. Di sini mereka pada punya badan bagus sih, baju apa aja udah pasti cocok lah buat mereka. Tapi jangan-jangan diantara mereka ada yang trans. . . Hehe. Kan Thai terkenal.

Kami berdua mengikuti ke mana kaki melangkah sambil liat-liat sekitar. Sampai dari kejauhan terdengarlah suara histeris para wanita. Ada apaan tuh?

“Ada artis lokal ya?” tanyaku ke kakak.

“Nggak mungkinlah kalo artis lokal teriaknya kayak gitu,” jawab kakak. Iya juga, ini tipe teriakan yang nggak mungkin untuk level artis lokal (hehe). Pasti artis luar nih. Aku sudah menduga-duga, siapa gerangan ini. Artis Korea kah?? Aku kan berharap ketemu membernya B1A4 lah seenggaknya. Mereka kan aktif promosi di Thailand. Daaan, ternyataaaa, artis tersebut adalah:

Karena kerumunan orang yang tingginya sepadan sama aku, aku nggak keliatan. Tapi kakak yang tinggi udah pasti keliatan donk.

“Siapa?” tanyaku antusias.

“Oh, itu lho, temennya Justin Bieber,” jawab kakakku santai.

“Greyson Chance ta? Oala,” kataku rada kecewa. Untungnya nih aku tau namanya, soalnya dia juga barusan konser di Jakarta. Jadi banyak tuh yang bagi-bagi tiket konsernya gratis. Kayak Super Junior kemarin, gembar-gembor sampe hampir semua kalangan bagi-bagi tiket konser dengan ikutan kuisnya. Tapi si Greyson di sini nggak nyanyi, nggak tau lagi kalo udah selesai nyanyinya. Aku dateng pas dia udah mau turun dari panggung soalnya. Lumayan lah, tak ada artis Korea, Greyson pun jadi. Yang penting ketemu artis internasional di negeri orang, gratis lagi😛.

Setelah puas jalan-jalan dan kaki udah kerasa pegel, kami berdua pun memutuskan untuk kembali ke deket pintu keluar, meeting point kami. Tapi sebelumnya, kami mampir dulu ke stan promotor Nokia Lumia. Sekalian nyoba gratis kecanggihan handphone terbaru dan tercanggih saat ini. Waktu kami dateng ke salah satu handphonenya, langsung ada petugas promotornya datengin sambil mendemonstrasikan penggunaan dan menjelaskan kecanggihan handphonenya ‘dengan bahasa Thailand’. Aku sama kakak mah cuma manggut-manggut aja sambil ikut komentar sendiri. Setelah sadar kalo kami turis, tuh petugas langsung ninggalin kami. Ckikikikikikik. Aseeek, kami pun mengeksplorasi isi dari handphone sebebas-bebasnya. Keren banget nih Lumia! Maklum, komentar dari seorang yang belum pernah menggunakan handphone touch *sedih*.

Author:

http://www.facebook.com/nta.s.nta https://twitter.com/#!/esshinta

One thought on ““TRIP TO THAILAND” – Day 3 (Ancient City, Mall to Mall)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s